Kamis, 12 November 2009
trailler 2012 movie
The Mayan calendar predicted it, science has confirmed it.
But we never imagined it could really happen...
From the director
of
Independence Day and the Day After Tomorrow
The world as we know will soon come to an end... yeah, sure... By the way if you're superstitious enough to get really scared by the 2012 buzz, I'd really appreciate if you could transfer all your assets to me at the end of December 2011: after all you really believe that the apocalypse will be unleashed in 2012, don't you?
Anyway the movie 2012 is going to be damned entertaining, that's for sure!
;-P
Posted by 2012 Movie at 00:48
Labels: 2012, Apocalupse, Film, International, Movie, Roland Emmerich, Theater, Trailer
3 comments:
Jason W. said...
If the world ends it ends. I don't care the date. The Mayans only predicted that far because...well they were wiped out.
05 July 2009 15:17
Smith said...
It is looking good. Special effects look amazing. I would love to watch. Awaiting release date...
27 August 2009 00:11
Threndil said...
Let's hope they don't show it on 2012... otherwise, we might not be able to see it.
But we never imagined it could really happen...
From the director
of
Independence Day and the Day After Tomorrow
The world as we know will soon come to an end... yeah, sure... By the way if you're superstitious enough to get really scared by the 2012 buzz, I'd really appreciate if you could transfer all your assets to me at the end of December 2011: after all you really believe that the apocalypse will be unleashed in 2012, don't you?
Anyway the movie 2012 is going to be damned entertaining, that's for sure!
;-P
Posted by 2012 Movie at 00:48
Labels: 2012, Apocalupse, Film, International, Movie, Roland Emmerich, Theater, Trailer
3 comments:
Jason W. said...
If the world ends it ends. I don't care the date. The Mayans only predicted that far because...well they were wiped out.
05 July 2009 15:17
Smith said...
It is looking good. Special effects look amazing. I would love to watch. Awaiting release date...
27 August 2009 00:11
Threndil said...
Let's hope they don't show it on 2012... otherwise, we might not be able to see it.
Kamis, 05 November 2009
miss independent
do it something about there something about do it she move i can figure it out something about her, love the way you shine miss independent you
ritch carlton
Ingatan saya kembali ke masa SMA dulu. Pada sebuah kesempatan, seorang guru bertanya apa yang menjadi hobi kami. Diantara sekian banyak respons yang muncul, jawaban seorang teman membuat kami tak nyaman. Karena hobinya adalah membaca. Huh, keterlaluan, narsis, sok paten dan sangat “angkat telor”, cibir teman satu kelas.
Saya baru bisa memahami maksud dari hobi teman itu setelah belasan tahun kemudian. Membaca yang dia maksud ternyata bukan membaca dalam arti de jure; buku, majalah, surat kabar atau sejenisnya. Tapi membaca dalam arti luas. Pada praktiknya, dia mengajak hati dan pikiran untuk membaca realita. Membaca perubahan yang terjadi di sekeliling kita. Dari membaca cara ini, informasi sekecil apapun sesungguhnya bisa diperoleh, sekaligus membawa kita agar mawas diri.
Mawas diri? Kelihaian para teroris melakukan pengeboman JW Marriot dan Rich Carlton karena mereka mampu membaca situasi; menyusup ke hotel yang memiliki pengamanan ekstra. Atau memilih persembunyian yang menjungkirbalikkan seluruh teori terorisme; bersembunyi tak jauh dari kediaman Presiden (Cikeas) serta memilih rumah kos-kosan sebagai markas untuk menyusun aksi selanjutnya.
Paham ini adalah bukti jika para teroris berhasil memanfaatkan ketidakpedulian kita dalam membaca gelagat sosial masyarakat. Rasa ego dan cuek pada tetangga dan lingkungan itu ternyata menjadi senjata ampuh bagi mereka, para pelaku kejahatan.
Derajat bacaaan akan lebih tinggi jika kita berhasil membaca situasi alam. Bencana gempa yang terus mengancam beberapa tahun ke depan secara teori tak ada yang dapat memprediksi kapan dan di mana terjadi. Tapi sebuah kearifan lokal bisa mengajak kita untuk membaca tanda-tanda.
Saya baru bisa memahami maksud dari hobi teman itu setelah belasan tahun kemudian. Membaca yang dia maksud ternyata bukan membaca dalam arti de jure; buku, majalah, surat kabar atau sejenisnya. Tapi membaca dalam arti luas. Pada praktiknya, dia mengajak hati dan pikiran untuk membaca realita. Membaca perubahan yang terjadi di sekeliling kita. Dari membaca cara ini, informasi sekecil apapun sesungguhnya bisa diperoleh, sekaligus membawa kita agar mawas diri.
Mawas diri? Kelihaian para teroris melakukan pengeboman JW Marriot dan Rich Carlton karena mereka mampu membaca situasi; menyusup ke hotel yang memiliki pengamanan ekstra. Atau memilih persembunyian yang menjungkirbalikkan seluruh teori terorisme; bersembunyi tak jauh dari kediaman Presiden (Cikeas) serta memilih rumah kos-kosan sebagai markas untuk menyusun aksi selanjutnya.
Paham ini adalah bukti jika para teroris berhasil memanfaatkan ketidakpedulian kita dalam membaca gelagat sosial masyarakat. Rasa ego dan cuek pada tetangga dan lingkungan itu ternyata menjadi senjata ampuh bagi mereka, para pelaku kejahatan.
Derajat bacaaan akan lebih tinggi jika kita berhasil membaca situasi alam. Bencana gempa yang terus mengancam beberapa tahun ke depan secara teori tak ada yang dapat memprediksi kapan dan di mana terjadi. Tapi sebuah kearifan lokal bisa mengajak kita untuk membaca tanda-tanda.
noordin m top
Noordin M Top yang sebelumnya diprediksi oleh beberapa pihak akan berpenampilan kelimis, bahkan mencukur habis jenggot dan kumisnya. Ternyata melakukan hal yang sebaliknya Jenggot, Cambang dan kumisnya dibiarkan tumbuh panjang. Seperti bisa dilihat di Foto Mayat tewasnya Noordin M Top setelah penggerebekan dan Baku Tembak di Solo.
Lain dengan Ibrohim alias Boim yang tewas dengan kondisi mata terbuka, Noordin M Top Tewas dan menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi mata tertutup. Persamaan keduanya adalah mulut sama-sama terbuka.
Ada dua foto Noordin yang diperoleh detikcom, Kamis (17/9/2009). Foto pertama, jenazah gembong teroris Nurdin M Top itu tampak dimasukkan ke dalam kantong jenazah berwarna oranye.Noordin M Top tewas tertembak setelah sekitar 9 jam terlibat baku tembak dengan Densus 88 di sebuah rumah di Desa Kepuhsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Turut tewas bersamanya 3 teroris lain, Identitas Teroris yang tewas di solo diantaranya yakni Urwah alias Bagus Budi Pranoto, Ario Sudarso alias Aji, dan Hadi Susilo alias Adib. (sho/ken)detik.com
Lain dengan Ibrohim alias Boim yang tewas dengan kondisi mata terbuka, Noordin M Top Tewas dan menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi mata tertutup. Persamaan keduanya adalah mulut sama-sama terbuka.
Ada dua foto Noordin yang diperoleh detikcom, Kamis (17/9/2009). Foto pertama, jenazah gembong teroris Nurdin M Top itu tampak dimasukkan ke dalam kantong jenazah berwarna oranye.Noordin M Top tewas tertembak setelah sekitar 9 jam terlibat baku tembak dengan Densus 88 di sebuah rumah di Desa Kepuhsari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah. Turut tewas bersamanya 3 teroris lain, Identitas Teroris yang tewas di solo diantaranya yakni Urwah alias Bagus Budi Pranoto, Ario Sudarso alias Aji, dan Hadi Susilo alias Adib. (sho/ken)detik.com
Langganan:
Komentar (Atom)